IBM dan AMD Mengembangkan Platform Koreksi Kesalahan untuk Kemajuan Komputasi Kuantum

IBM dan AMD memperkuat kolaborasi teknologi komputasi kuantum melalui pengembangan platform koreksi kesalahan yang diumumkan pada 5 November 2026. Bersama Quantum Science Center di Oak Ridge National Laboratory, kedua perusahaan menghadirkan sistem yang mengintegrasikan prosesor kuantum IBM dengan infrastruktur komputasi berperforma tinggi berbasis AMD. Platform ini dirancang untuk membantu peneliti mengatasi salah satu tantangan terbesar komputasi kuantum, yaitu menjaga keakuratan perhitungan ketika qubit mengalami gangguan. Melalui penggabungan teknologi kuantum dan komputasi klasik, penelitian dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi untuk mendukung pengembangan komputer kuantum yang andal, efisien, dan mampu menangani persoalan ilmiah kompleks.
Kolaborasi IBM AMD dan Oak Ridge untuk Komputasi Kuantum
Perkembangan TEKNOLOGI sistem komputer generasi baru mendorong munculnya beragam kemampuan komputasi dalam penelitian ilmiah. Kemajuan yang mendapatkan perhatian adalah kolaborasi IBM dan AMD untuk mengembangkan infrastruktur quantum error correction. Bersama Quantum Science Center di Oak Ridge National Laboratory, para mitra mengembangkan kombinasi sistem quantum computing dan high-performance computing. Strategi pengembangan ini dirancang untuk membantu peneliti dalam mengatasi kesalahan perhitungan. Dengan demikian, algoritma baru berpotensi dikembangkan secara lebih sistematis.
Platform penelitian tersebut diluncurkan melalui pengumuman bersama pada 5 November 2026 dan dibangun dalam lingkungan penelitian IBM di Poughkeepsie, New York, Amerika Serikat. Penempatan sistem ini mendukung penggunaan beberapa jenis prosesor pada satu fasilitas. Ketika menjalankan eksperimen quantum computing, waktu komunikasi antarprosesor memiliki pengaruh besar karena pengukuran qubit membutuhkan pemrosesan lanjutan. Melalui penggabungan infrastruktur, ilmuwan memiliki peluang mempelajari kemampuan pemrosesan hibrida sebelum menerapkannya pada sistem berskala lebih besar.
Mengapa Koreksi Kesalahan Penting dalam Komputasi Kuantum
Persoalan mendasar yang dihadapi komputasi kuantum adalah tingginya sensitivitas qubit terhadap gangguan. Jika dibandingkan dengan informasi digital biasa, qubit memanfaatkan sifat fisika kuantum untuk mendukung algoritma khusus. Meskipun kemampuan kuantum menjanjikan, interaksi dengan lingkungan dapat menghasilkan kesalahan. Ketika rangkaian komputasi semakin panjang, kesalahan kecil dapat terakumulasi. Karena itu, peneliti membutuhkan teknik koreksi yang membantu memperkirakan kesalahan tanpa mengganggu tujuan perhitungan.
Teknologi koreksi kesalahan kuantum dirancang guna mempertahankan informasi kuantum dari gangguan. Dalam salah satu pendekatan, sejumlah qubit digunakan untuk melindungi satu unit informasi. Kelompok tersebut berfungsi mewakili informasi kuantum terlindungi. Setelah proses pengodean, sistem menjalankan pengecekan sindrom kesalahan tanpa menghancurkan informasi kuantum yang disimpan. Informasi pengukuran tersebut digunakan dalam perhitungan koreksi. Berkat kombinasi pengodean dan analisis, keandalan informasi dapat ditingkatkan, meskipun pelaksanaannya membutuhkan sumber daya besar.
Teknologi Nighthawk dan AMD Instinct untuk Penelitian Koreksi Kesalahan
Infrastruktur penelitian kuantum terpadu mengintegrasikan prosesor IBM Quantum Nighthawk sebagai komponen utama untuk menjalankan rangkaian kuantum. Perangkat Nighthawk memiliki 120 qubit dan dirancang dengan konektivitas kisi persegi. Struktur tersebut memberikan pilihan pengujian algoritma yang menggunakan hubungan antarunit pemrosesan. Selain itu, pengendalian pulsa secara real time memungkinkan peneliti melakukan eksperimen pada proses pengendalian qubit. Meski arsitekturnya mendukung penelitian, jumlah qubit bukan satu-satunya ukuran kualitas.
Pada sisi komputasi klasik, platform tersebut menggunakan sistem Umbra milik Oak Ridge National Laboratory. Sistem tersebut menggunakan akselerator AMD Instinct MI355X bersama prosesor AMD EPYC 5th Gen. Susunan komputasi klasik tersebut memberikan sumber daya pengolahan data untuk mengoptimalkan koreksi kesalahan. Dalam proses koreksi kuantum, kemampuan pemrosesan menjadi faktor utama. Berkat kekuatan pemrosesan paralel, tim pengembang berpotensi membandingkan pendekatan berdasarkan ketepatan hasil. Sasaran utama pengujian tersebut adalah menentukan rancangan yang dapat diperbesar skalanya.
Mekanisme Quantum-Centric Supercomputing dalam Penelitian IBM AMD
Dalam koreksi kesalahan kuantum, decoder memiliki peran penting untuk menganalisis sindrom kesalahan. Sistem quantum computing menghasilkan data pemeriksaan yang harus dianalisis menggunakan perangkat lunak. Decoder kemudian mencari pola gangguan untuk membantu memperbarui informasi koreksi. Persoalan yang muncul adalah analisis perlu mengikuti laju operasi kuantum. Jika pemrosesan terlalu lambat, pengendalian sistem menjadi lebih sulit. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, optimalisasi komunikasi antarprosesor mendapatkan prioritas dalam platform baru.
Model komputasi hibrida kuantum dan klasik berusaha menggabungkan prosesor kuantum dalam lingkungan pemrosesan terpadu. Dengan pengaturan pembagian pekerjaan, unit kuantum digunakan pada algoritma tertentu, sedangkan sistem HPC membantu pengendalian serta analisis. Kombinasi pemrosesan ini dapat membantu memanfaatkan keunggulan masing-masing perangkat. Sistem penelitian bersama ORNL mendukung evaluasi rancangan komputasi termasuk pengaturan orkestrasi perangkat lunak. Walaupun potensinya besar, manfaat performa membutuhkan pengukuran nyata.
Target Penelitian IBM dan AMD Menuju Komputer Kuantum Andal
Kolaborasi komputasi kuantum IBM dan AMD mendukung tujuan Quantum Genesis Mission dari Departemen Energi Amerika Serikat. Program tersebut bertujuan mempercepat menuju perangkat kuantum yang mampu mendukung pekerjaan ilmiah pada 2028. Salah satu sasaran dalam Q Competition adalah pengoperasian 100 logical qubit yang diharapkan mendukung 100.000 operasi komputasi berat. Ambisi penelitian tersebut memerlukan kemajuan teknis signifikan dibandingkan pencapaian eksperimen yang tersedia. Sebagai bagian dari strategi pengembangan, koreksi kesalahan dan komputasi klasik menjadi komponen penting.
Dalam perkembangan penelitian yang diumumkan, IBM menyampaikan, pengujian hingga 70 logical qubit dan pelaksanaan 438 operasi sulit. Berdasarkan tujuan Quantum Genesis Mission, jumlah operasi masih perlu meningkat sekitar 230 kali. Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya penelitian lanjutan. Strategi penelitian yang dikembangkan adalah algorithm-aware decoders bersama optimalisasi rangkaian berdasarkan perangkat keras. Berkat penelitian pada platform terpadu, pengembang ingin menemukan kebutuhan komputasi klasik pada masa depan. Meskipun penelitian menunjukkan kemajuan, pencapaian pada 2028 belum dapat dipastikan.
Rangkuman Manfaat Platform Koreksi Kesalahan Kuantum
Kerja sama IBM bersama AMD dan ORNL menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan keandalan sistem berbasis qubit. Dengan dukungan prosesor kuantum IBM dan komputasi berperforma tinggi berbasis AMD, para peneliti dapat mengevaluasi metode decoder yang lebih efisien. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju komputer kuantum yang lebih andal. Meskipun prospeknya menjanjikan, tantangan skala dan keandalan masih perlu diatasi. Melalui integrasi perangkat keras dan perangkat lunak, penerapan komputasi hibrida dapat berkembang. Menurut Anda, seberapa penting kolaborasi IBM dan AMD bagi komputasi kuantum? Silakan bagikan pendapat Anda mengenai peran komputasi klasik dalam mendukung sistem kuantum.




